Temanggung – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang terjadi secara masif, pengelolaan sumber daya manusia berbasis nilai-nilai Islam menjadi semakin relevan. Hal tersebut menjadi fokus utama dalam webinar bertajuk “Manajemen Sumber Daya Insani Islami di Era Disrupsi” yang diselenggarakan secara daring pada Rabu, 24 April 2024.
Webinar ini diselenggarakan oleh Amorfati Institute bekerja sama dengan STIK Kendal dan INISNU Temanggung, serta diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan akademisi, praktisi, dan mahasiswa dari berbagai daerah.


Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai konsep dan implementasi manajemen sumber daya insani (SDI) yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, khususnya dalam menghadapi tantangan era disrupsi yang ditandai dengan digitalisasi, perubahan pola kerja, dan kompetisi global.
Dalam pemaparannya, narasumber menegaskan bahwa manajemen Sumber Daya Insani Islami tidak hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi dan produktivitas, tetapi juga menitikberatkan pada aspek etika, spiritualitas, serta tanggung jawab moral. Nilai-nilai keislaman seperti amanah, keadilan, integritas, dan profesionalisme menjadi fondasi penting dalam membangun sumber daya insani yang unggul dan berkarakter.
Ketua Panitia kegiatan, Dr. H. Ahmad Tantowi, M.Si, M.Pd, menyampaikan bahwa webinar ini diselenggarakan sebagai respon atas tantangan perubahan zaman yang begitu cepat, khususnya dalam pengelolaan sumber daya manusia di lingkungan lembaga Islam.
Menurut Dr. Ahmad Tantowi, era disrupsi yang ditandai dengan kemajuan teknologi, digitalisasi, serta perubahan pola kerja menuntut adanya paradigma baru dalam manajemen sumber daya insani. Namun demikian, ia menekankan bahwa nilai-nilai Islam tetap harus menjadi fondasi utama dalam setiap proses pengelolaan SDM.
“Manajemen Sumber Daya Insani Islami tidak hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi dan produktivitas, tetapi juga pada pembentukan akhlak, integritas, serta tanggung jawab moral yang berlandaskan nilai-nilai keislaman,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa penguatan karakter dan spiritualitas menjadi pembeda utama antara manajemen sumber daya insani berbasis Islam dengan pendekatan konvensional. Menurutnya, keberhasilan sebuah organisasi tidak semata-mata diukur dari capaian materi, tetapi juga dari keberkahan dan kontribusinya bagi masyarakat luas.
Selain itu, webinar ini juga membahas berbagai strategi adaptif yang dapat diterapkan oleh lembaga pendidikan, organisasi, dan institusi Islam agar tetap relevan dan memiliki daya saing di tengah perubahan yang cepat. Pemanfaatan teknologi dalam manajemen Sumber Daya Insani dipandang sebagai keniscayaan, namun tetap harus dikawal dengan prinsip-prinsip Islam agar tidak kehilangan arah dan nilai.


Webinar berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Beragam pertanyaan dan pandangan peserta terkait penerapan manajemen Sumber Daya Insani Islami di era digital turut memperkaya dinamika kegiatan.
Melalui pelaksanaan webinar ini, Amorfati Institute bersama STIK Kendal dan INISNU Temanggung berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam penguatan kapasitas sumber daya insani yang profesional, adaptif, dan berlandaskan nilai-nilai Islam, sehingga mampu menjawab tantangan era disrupsi secara bijak dan berkelanjutan.
